Selasa, 23 November 2010

CINTA ITU....................


Cinta itu…..
Berawal dari sebuah ketertarikan kecil sebagai benihnya
Yang terbina, tumbuh menjadi besar, dan berbuah cinta

Cinta itu…..
Dimana kau menjadi pendengar saat dia bercerita
Dimana kau menjadi pembicara saat dia dalam kebimbangan
Dimana kau menjadi bahu saat dia menangis tersedu-sedu
Dimana kau menjadi pemikir saat dia membutuhkan sebuah jalan

Cinta itu…..
Adalah masa-masa dimana perbedaan saling melengkapi
Adalah masa-masa untuk saling memberi dan menerima kasih
Adalah masa-masa untuk kau dan dia saling menghangatkan
Adalah masa-masa untuk kau dan dia saling menghapus air mata

Cinta itu…..
Kau tersenyum saat dia bahagia
Kau tertekan saat dia menderita
Kau kuat saat dia lemah
Kau bangkit saat dia tak berdaya

Cinta itu……
Dimana kau yakin, hidupmu adalah untuk membahagiakannya
Dimana kau yakin, senyumnya sangat berarti dihidupmu
Dimana kau yakin, kau mampu mengorbankan segalanya untuk dia
Dimana kau yakin, dalam dekapannya kau temukan kenyamanan

Cinta itu………
Takkan pernah habis untuk diungkapkan
Takkan pernah terukur dengan alat apapun

Cinta itu…
Adalah sebuah keyakinan tentang dia
Adalah sebuah harapan dan mimpi bersamanya

Senin, 22 November 2010

MULUTMU HARIMAUMU (part 2)

Pengeluaranku untuk berbicara dengannya kuanggap sebagai upaya penghamburan uang untuk sebuah kepuasan. Ya, walau hanya berbicara dengannya, tapi ada rasa nyaman karena aku bisa berbagi cerita dengan seseorang tanpa ada upaya untuk menjerat hatinya. Segala keburukanku pun  sudah diketahui olehnya, dan dia tetap bisa berteman denganku. Aku ingat ucapannya, pada dasarnya dalam diri manusia ada sisi baik dan jahatnya, tergantung manusia itu sendiri menonjolkan sisi mana dari dirinya. Tanpa aku sadari, pelan-pelan dia menjadi malaikat dalam kisah kehidupanku.
Malam-malam yang kulewati dengan mendengar suaranya membuatku melalui hari dengan begitu cepat. Tak terasa, waktu yang kuukir bersamanya membuatku terperangkap dalam kenikmatan. Suaranya menjadi semangat untuk melalui hari-hariku, bersamanya, aku tak merasa sendiri.  Entah pembicaraan apa yang selalu kami bagi berdua. Kegiatanku sehari-hari, cerita masa laluku, pemikiran dan impianku, semua kubagikan untuknya. Dia, selalu menjadi seorang pendengar setia, penghibur dikala aku sedih dan sepi, penyemangat dikala aku terpuruk, dan pembicara dikala aku membutuhkan cerita.
Roda kehidupan pada akhirnya selalu berputar, rasa nyaman yang aku miliki selama bersamanya mencapai sebuah titik terendah. Aku mengucapkan sebuah kalimat yang ternyata begitu menyakiti hatinya. Kalimat yang kulontarkan hanya untuk membuat tawa hadir di sela pembicaraan kami. Aku merasa tak ada perbedaan ucapanku kali ini dengan biasanya. Kenapa dia malah marah dan memintaku untuk tak lagi berbicara dengannya jika aku tak merubah sikapku? Selama ini dia bisa menerima aku yang apa adanya. Kenapa? 
Malam-malam tanpa bicara dengannya, tanpa bercanda dengannya membuatku terperangkap dalam rasa sepi yang berkepanjangan. Tanpa kusadari dia telah masuk ke dalam hatiku, dan sekarang, dia telah membuat keretakan di sana sini pada hatiku. Ingin aku membencinya, tapi apa rasa benci itu bisa mengembalikan keretakan menjadi utuh? Aku rasa tidak. Apa benar jika aku mempersalahkan dia karena dia yang tak bisa menerimaku apa adanya seperti dulu, atau aku yang mulai keterlaluan?
Kurebahkan tubuhku di atas kasur single tempatku melepas lelah.  Aku menerawang, memusatkan pikiranku yang berkecamuk mengenai dirinya. Sebenarnya apa dirinya bagiku? Apa arti kehadirannya dalam hidupku? Setelah dia tak lagi menerima aku yang seperti ini, apa aku harus menganggapnya sebagai malaikat pencabut nyawaku? Malaikat jahat yang telah berpura-pura manis dan masuk ke dalam hatiku, kemudian dengan kejamnya mengoyak hatiku hingga tak lagi berbentuk. 

Kehilangannya membuatku sedikit terpuruk. Ya, Cuma sedikit, tidak akan ku akui betapa dalamnya luka yang dia torehkan. Walaupun pada kenyataannya, malam-malam yang kulalui kini penuh dengan lamunan dan kebingungan.  Tanpa dirinya, kurasakan sendiri, aku, dengan sikap yang seperti ini, telah kehilangan teman begitu lama, jauh dari keluarga. Aku hanya berusaha menjaga diriku. Tidak ingin terluka, hanya menorehkan luka di hati orang lain. Seberapa banyak luka yang telah timbul karena sikapku, ucapanku? Apa sebanding dengan sakit yang kurasakan karena kehilangannya dan penolakan dirinya atasku? 
Hatiku menangis, kelemahan membuatku menjadi orang yang begitu bodoh. Ketakutan membuatku menerima akibat yang lebih dari itu. HIdup sendiri, tak ada yang mencintaiku, tak ada yang peduli padaku. Perlahan tapi pasti, aku menghancurkan diriku, menghancurkan kehidupanku.  Kukuatkan diriku, berusaha memperbaiki semuanya. Aku mulai mencari Tuhan, aku tahu, hanya melalui-Nya aku bisa memulai lembaran baru dihidupku. 
Mulutmu harimaumu, memang itu kenyataannya. Aku menjadi manusia yang lebih baik. Caci maki jauh dari hidupku sekarang, mulut ku gunakan untuk memuliakan nama-Nya. Aku mulai membuka hatiku untuk menemukan DIa dan menjadikan-Nya sebagai  jalan dalam kehidupanku. Menjadi pria kuat bukan berarti aku harus melontarkan kata-kata kasar, harus bisa menyakiti. Aku menyadari itu semua, karena malaikatku. Dia menyadarkanku dan membuatku mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya. Walau kini aku tak menghabiskan malam dengan meneleponnya. Dia tetap menjadi bagian terindah dalam hidupku, dan semoga dia bisa menjadi masa depanku. 

MULUTMU HARIMAUMU (part 1)


Sering sekali aku mendengar salah satu peribahasa yang diungkapkan orang-orang untuk mengingatkan agar kita menjaga sikap dan tingkah laku kepada orang lain. “Mulutmu adalah harimaumu”,  ya, peribahasa yang perlu untuk direnungkan.

Aku mengalaminya, menjalani kehidupan tanpa pernah bisa menjaga ucapan yang terlontar dari mulutku. Aku memaki, aku menghina, semua kata-kata kasar yang selalu kuucapkan sejak aku menapaki kehidupan sosialku. Maaf saja ya, jangan dulu kalian berpikiran buruk. Di rumah, keluargaku tak pernah mengajarkan kata-kata kasar padaku, bahkan kedua kakak perempuanku yang cantik selalu berbicara dengan sangat sopan. Aku tidak yakin ada kosakata kasar yang terangkum di kamus berbahasa kedua kakakku. Pujian selalu terlontar setiap kali Mama hadir di pesta maupun di acara keluarga besar kami.

Ya, kedua kakakku yang berbeda dari diriku. Entah apa titik balik yang mengubah aku menjadi seorang pribadi yang identik dengan sifat buruk dan mulut pedas layaknya remaja yang tidak pernah duduk dan menikmati waktu untuk menimba ilmu.  Tapi yang kutahu, aku berusaha mengenakan topeng itu agar aku terbebas dari rasa lemah, takut, dan ketidakberdayaan dalam hidup. Aku ingin menjadi pria kuat yang dapat bertahan dalam kehidupanku. Aku tidak ingin seorangpun masuk dan melukai hatiku. Aku ingin hatiku tetap utuh tanpa ada keretakan sedikitpun.

Sampai suatu saat, aku yang telah menjalani kehidupan seperti ini begitu lama mulai terusik oleh kehadirannya. Seorang wanita biasa, tidak terlalu menarik tapi tak juga jelek, dia wanita standar dengan tampang pas-pas an. Tanpa sengaja aku bertemu dengannya, dia adalah teman dari teman smp yang lama tak pernah kutemui.  Kami bertemu di salah satu mall ternama di Jakarta. Dari sanalah aku mengenalnya, sejak itu hubungan kami berlanjut lewat dunia maya, facebook, dan telepon sekedar menghabiskan waktu malamku.

Aku mulai terbiasa berbicara dengannya di telepon, aku menikmati saat dimana aku memberi komentar di status facebooknya. Walau kata-kata yang ku tulis kasar dan sedikit melecehkan, dia tak pernah marah padaku. Teleponku selalu disambut denga tawa ceria darinya. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneleponnya, walau pada akhirnya, tagihan teleponku membengkak karena penyedia jaringan telepon kami berbeda. Mau tak mau aku harus merogoh kantongku dalam-dalam.

Selasa, 09 November 2010

MY PERFECT MAN


My perfect man, judul dari sebuah novel yang ditulis oleh temanku, Shiny Zhen. Btw, siapa sih yang ga punya impian mengenai “Perfect Man” dalam hidupnya? Bahkan para pria pasti juga memiliki impian mengenai “Perfect Woman”.

My Perfect Man:
  1. Pinter
  2. Baik
  3. Dewasa
  4. Mapan
Dan segudang embel-embel lainnya, semua yang positif kita inginkan ada pada perfect man. Tapi bisakah?? Karena pada kenyataannya, ga da yang sempurna di muka bumi ini. Tuhanlah satu-satunya yang maha sempurna.

Sebenarnya bukan pada bagaimana seseorang itu bisa lulus kualifikasi perfect dimata kita, tapi bagaimana kita bisa menerima ketidaksempurnaan itu kemudian melengkapinya. Pada akhirnya dia juga akan menjadi perfect man dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Just love him as who he is.
Jadi masih maukah kamu menunggu sampai pria sempurna itu datang ke hadapanmu? Atau, terima dan sempurnakan pria yang telah hadir dan mengetuk pintu hatimu walau dia tidak sesempurna ur perfect man?? Be wise n think it. ^^

JATUH CINTA: Taik kucing pun rasa coklat

JATUH CINTA....
Ada pepatah yang mengatakan saat jatuh cinta, taik kucing pun rasa coklat.
Awalnya aku juga tidak percaya dengan pepatah seperti itu. Bagaimana mungkin taik kucing bisa berasa coklat?? (lebay mode on).
Hahahaahaha, namanya juga pepatah, ya pasti berupa perumpamaan aja.
Jika aku mulai nge flash back apa yang terjadi dihidupku, pada orang-orang disekitarku, aku mulai menyadari dan paham betul kalau jatuh cinta emang bisa ngebuat taik kucing berasa coklat.
Sakit dan sedih karena jatuh cinta bisa terganti karena kebahagiaan dicintai. Bahkan, hal yang tidak boleh dilakukan pun malah kita lakuin dengan santainya dikarenakan kita jatuh cinta. Banyak banget hal-hal yang terjadi di sekitar kita karena cinta.
Ada yang bunuh diri karena cinta di tolak, ada yang ngebunuh karena cinta ditolak (Upsss, asli sadis banget tuh, jangan ditiru!!!).
Pokoknya semua begitu deh, ^^
Sebuah kejadian mengajarkan aku kalau apa yang kita yakini sebagai "CINTA" membuat kita bisa buta, ga tau mana yang benar dan salah. Rasa ketertarikan adalah tunas di mana cinta akan tumbuh dan menjadi sebuah pohon rindang yang penuh dengan buah. Buah-buah manis itu berasa kebahagiaan, impian, harapan, kebersamaan, rasa saling memiliki, dan kebutuhan akan satu sama lain.
Buah begitu segar jika kita biarkan tanpa di panen pada akhirnya juga akan membusuk, pohon yang tidak kita pelihara dengan baik pada akhirnya juga akan mengering dan mati. Ibarat itulah cinta, saat pohon cinta telah mati yang tersisa hanyalah rasa sedih dan kehilangan.
Upsss jadi melantur, kembali ke tema sebelumnya, "Jatuh cinta, tai kucing pun berasa coklat."
Awalnya rencana nulis disini dalam bentuk cerpen, tapi ya sudahlah. Sekali-kali nulis ngelantur ngelinndur aja. ^^
Nge Flash back kebodohan masa lalu nih.
Bisa-bisanya meyakini sesuatu sebagai "CINTA". Sampai ga tau apa yang benar dan salah. Bahkan sampai berpikir ga akan bisa hidup tanpa dia. Waw waw....
Parah kan?? Itu tuh yang namanya kekuatan pikiran atas sebuah cinta. Kalau diingat-ingat lagi, apalagi disaat sekarang, saat rasa yang dulu dianggap cinta telah menjadi kenangan, bisa mencak mencak sendiri, kok dulu segitunya ya? Sekarang ga berasa apa-apa lagi. Ga jelas banget jadinya. Jadi sebenarnya itu CINTA atau BUKAN?
Tapi.... saat itu, Hidup hanyalah sepenggal kisah dimana dia sebagai pusat kehidupan, nafas kehidupan, dan
tawa dalam kehidupan.
Saat ini, dia hanyalah orang yang pernah membuatku berpikir kalau dia adalah cinta sejati. 
Makin confuse aja ke mana arah tulisan ini...
Buat yang lagi JATUH CINTA, ingat!!!! Tetap gunakan akal, jangan hanya perasaan.
@@
Tamat, ^^

Senin, 08 November 2010

KISAH CINTA TAK SELAMANYA INDAH

"Entah apa yang kulihat darimu, tapi hatiku begitu yakin, kaulah cinta sejati di hidupku."
Lili

 Sebuah kisah tak terduga hadir dalam hidupku. Sebuah kisah cinta yang tak berakhir dengan indah, tapi kisah itulah yang mengajariku untuk mengenal arti cinta sejati. Cinta bagiku sulit untuk dimengerti, aku yang dari kecil harus hidup terpisah dari keluargaku begitu hampa dan kekurangan cinta. Aku hanyalah seorang gadis kampung yang hidup dalam sebuah keluarga besar dengan keuangan jauh dari kata mencukupi. Sejak kecil aku sudah terpisah dengan keluargaku, aku ikut tinggal dengan keluarga jauh dari Bapak di kota. Mereka berjanji pada Bapak untuk menyekolahkan aku hingga aku besar. Aku cukup membantu mereka untuk mengurusi rumah dan menemani mereka.
Usia yang baru menginjak delapan tahun membuat aku tak mengerti kerasnya sebuah kehidupan. Sebuah kamar di bagian belakang rumah menjadi tempat aku untuk melabuhkan badanku dan beristirahat. Sebuah kamar yang aku tempati 12 tahun lamanya. Kamar ukuran 2 x 3 m, sebuah kasur tua, bantal, dan guling yang melengkapinya. Aku disekolahkan hingga aku lulus dari bangku sekolah menengah. Aku lumayan berterima kasih pada Tuhan walau tak ada kebahagiaan yang aku temukan disini. Tapi apa yang akan terjadi jika aku masih berada di kampung bersama Bapak dan Ibu? Mungkin saat ini aku sudah menjadi istri kesekian dari juragan kaya yang selama ini menjadi penadah hasil kebun dari petani di kampungku. Juragan kaya yang sudah layak jadi kakekku, tapi masih saja suka mengoleksi wanita-wanita muda sebagai istrinya. Entah sudah berapa banyak istri yang dimilikinya, bahkan Bapak sudah tak mampu menghitungnya. 
"Untung kamu bisa sekolah disini, Nak. Kalau tidak mungkin nasibmu akan sama seperti teman-teman sebayamu waktu kecil dulu."
Aku memang termasuk beruntung untuk masalah itu. Tapi sayangnya Bapak dan Ibu tak tahu apa yang aku alami disini. Dua belas tahun aku mengalami penderitaan secara fisik dan mental. Menjadi benalu di keluarga orang lain sangatlah menyakitkan. Tidak di hargai, di maki-maki layaknya bukan manusia. Walau mereka tidak mempunyai anak, tetap saja aku begitu tak pernah disayangi sedikitpun. Bagi mereka aku benar-benar hanyalah seorang pembantu yang numpang makan, tidur, dan bersekolah.
Penyiksaan lahir batin yang kualami membuatku tumbuh menjadi seorang wanita yang minder. Aku merasa benar-benar hanya seorang manusia yang tak berharga. Di sekolah aku tak banyak memiliki teman. Aku selalu saja menyendiri, bahkan untuk menatap wajah guru-guru saat berbicara pun aku tak sanggup. Begitu kerdilnya diriku di hadapan mereka.
Sampai pada sebuah pertemuan yang tak pernah kuduga. Dia menabrakku dengan sepeda motornya saat aku menyebrangi jalan sepulang dari membeli sayur. Dia mengangkatku saat aku terbaring di aspal yang kasar.
“Kamu ga papa? Maaf aku ga sengaja. Yang luka mana? Aku bawa ke dokter ya?”
“Ga, ga papa kok. Cuma luka kecil. Makasih udah mau nolong aku.”
“Maaf ya, aku ceroboh sekali bawa motornya.”
Dia, seorang pria manis yang begitu santun. Umur tiga puluhan, kulit hitam manis dan pakaian yang sederhana. Dia memang terlihat sangat biasa, tapi ada sesuatu dari caranya menatapku yang membuatku merasa aman dan damai.
Awal kisah kami pun dimulai, dia menjadi pria tempat aku berkeluh kesah. Dia satu-satunya pendengar yang aku punya dalam hari-hariku. Rasa aman yang diberikan olehnya membuatku merasa nyaman saat bersamanya. Aku yang baru berumur 18 tahun dan masih belum tahu apa-apa mengenai pria begitu terbuai akan dirinya.
****
Semua kenangan tentang dia hadir kembali dalam ingatanku. Aku yang kini menjadi wanita malam dan menghabiskan waktuku untuk menemani pria hidung belang yang mencari kepuasan di luar rumah.
Kisahku dan dia berakhir saat istrinya memergoki kami bersama. Aku tak pernah berharap untuk menjadi orang ketiga dalam kehidupannya. Tapi apa aku salah jika aku ingin menikmati rasa cinta yang dicurahkannya padaku? Rasa cinta yang selama ini belum pernah aku temukan dari diri orang lain.
Rasa malu dan kesepianku membuatku berjalan ke dalam gelap. Aku yang kehilangan kontak dengannya harus bisa berjuang hidup di dunia yang kejam ini.  Aku yang dulunya keluar dari rumah yang selama 12 tahun aku tinggali akhirnya menetap disebuah rumah kontrakan yang dia sewakan untukku. Beberapa malam dalam seminggu dia selalu datang menemaniku, memberikan kedamaian dalam hari-hariku. Dia menjadi pegangan dalam hidupku selama itu. Tanpa dia berada disampingku, akupun kehilangan arah. Aku tak punya keahlian apa-apa selain menjadi pembantu. Walaupun lulus sekolah menengah aku tetap seorang wanita yang tidak punya rasa percaya diri sedikitpun menghadapi orang lain. Ya, selain dia tentunya.
Sekarang setelah tiga tahun berlalu, aku hanya bisa mengenangnya dan mengenang semua rasa yang pernah aku miliki untuknya. Bukan hanya pernah, bahkan sampai sekarang rasa itu selalu ada. Hanya dia yang aku bayangkan selama aku menjalankan profesi terkutukku. Hanya dia yang selalu mengisi semua sudut di hatiku. Walau aku tak pantas lagi untuk mencinta, setidaknya aku punya sebuah kenangan indah selama bersamanya. Kenangan indah dimana aku bisa mengenal sebuah cinta, dan aku percaya, dialah cinta sejatiku. Pada akhirnya, saat aku dipermalukan dan diusir oleh istrinya dari kontrakan itu. Aku bertemu dengan Mami yang akhirnya mempekerjakan aku disini. Aku memang tak lagi berpengharapan saat itu, sampai dengan mudahnya aku mengikuti Mami dan menjadi salah satu anaknya.
****
The end

Minggu, 07 November 2010

Maaf


Maaf....
Jika kisah kau dan aku berakhir seperti ini
Jika kau dan aku kini tak lagi sejalan
Karena cintaku tak semegah dan sekokoh yang ku ingini
Karena nyatanya semua rasa itu telah terlupakan...

Maaf….
Bukan maksud dan inginku
Melupakan semua kisah kita
Aku yang kini, tak mengharapkanmu
Aku yang kini, tak lagi mencinta

Maaf…
Kau hanya sepenggal kisah dalam hidupku
Yang telah berlalu dan tergantikan
Maaf….
Karena waktu yang telah mengajariku
Untuk berjalan dan meraih masa depan

Rabu, 15 September 2010

-25 years of u-

¼ abad lamanya kau hadir di dunia
Terwujud dalam sebuah kepribadian
Menjalani waktu, menikmati rasa
Mengukir kisahmu di kanvas kehidupan


Kerapuhanmu menciptakan arogansi
Kelemahanmu membangun tembok jiwa
Hanya untuk menjaga diri
Tetap utuh dan tak terjamah dunia


219.000 jam kau jalani
Mengukir kisah disetiap perjalananmu
Pahit manis kehidupan yang kau lalui
Menciptakan bayangan yang salah tentangmu


Hei kawan, bertambah usiamu
Hitung mundur untuk sisa hidupmu
Hidup hanya memberikan kesempatan dan waktu
Yang takkan bisa terputar kembali oleh tanganmu


Jadilah dirimu apa adanya
Cintai dirimu sepenuhnya
Karena hidup hanya sekali
Jalani hidup dan nikmati

- A Man Unknown-



Dikutip dari sesuatu yang kecil tapi berarti sangat besar.
Sosok pribadi yang unik dengan kepribadian yang berubah-ubah
Kepribadian ganda…..
Itu yang ingin dia tunjukin, walau sebenarnya…
Jauh didalam hati hanya ada sebuah pribadi didalamnya

Pribadi yang tidak ingin dimasuki
hingga tak ada cela lagi yang bisa dilewati untuk mengenalnya.
Takut untuk dikenali, takut untuk didekati,
takut untuk mencintai dan terlebih takut untuk dicintai

Ketakutan-ketakutan yang sudah merasuki hatinya
Membuatnya selalu terkungkung didalamnya
Jiwa yang terbelenggu terasa begitu aman dan nyaman
Hingga membuatnya bertahan dalam kesalahan

Pria naif yang masih mempercayai sebuah kesejatian
Walau selalu mengingkari hidupnya
Mengingkari kebaikan hati dan kepedulian
Mengingkari diri yang dipenuhi kerapuhan

Dalam angan dan mimpinya selalu ada cinta sejati
Cinta sejati yang tidak menuntut dan menerima apa adanya
Cinta sejati yang selalu rela berkorban dan selalu dihati
Cinta sejati yang penuh resiko dimana rasa sakit pasti ada didalamnya
Cinta sejati yang posesif dan menelanjangi jiwanya

Keterbukaan adalah ketakutan terbesarnya
Sebuah benteng berdiri kokoh menutupi hati
Cinta tanpa kepastian akhir yang bahagia
Membuatnya tak berani melangkah pasti

Keluarga cerminan pengharapan dihidupnya
Sendiri dan kesepian menjadi hantu dihari-harinya

Senin, 06 September 2010

KEHIDUPAN

Sebuah kisah yang di mulai dengan cara yang salah mungkin sulit untuk berakhir dengan benar. But come on, everything in our life only about our perseption. We think that is good, then that will be good. Huhhhhh…. Segampang itu sebuah kehidupan, tapi bagi kita yang menjalani, ga ada hidup yang mudah.
Kehidupan……..
Penuh dengan lika liku di dalamnya. Hidup dilalui dengan penuh perjuangan. Kebahagiaan datang dengan pengorbanan, dengan perasaan sakit baru bisa mengerti bahagia.
Bagiku hidup adalah sebuah kesempatan untuk menjalani waktu. Mata untuk melihat indahnya dunia, telinga untuk mendengarkan suara-suara. Kaki untuk melangkah ke tempat-tempat yang menarik. Tangan untuk menyentuh, memberi dan menggenggam. Banyak hal yang bisa kita rasakan, pernahkah kamu mensyukuri hangatnya matahari pagi yang menyentuh kulitmu. Pernahkah kamu mensyukuri setiap tarikan nafas yang dapat kamu hirup. Pernahkah kamu mensyukuri setiap detik waktu yang kamu miliki. Setiap detik di mana kamu bisa hidup, setiap detik itu mungkin tidak terasa terlalu berarti.
Saat nafasmu hampir putus dan ajal menjelang. Detik-detik pun jadi terasa sangat berharga. Tuhan berikan aku hidup setahun lagi, aku belum siap mati. Tuhan setidaknya berikan aku hidup beberapa bulan lagi. Tuhan jika beberapa bulan tak bisa, berikan aku hidup satu bulan lagi. Jika masih tidak bisa berikan aku waktu seminggu saja, Tuhan cukup sehari saja. Akhirnya cukup semenit saja Tuhan, cukup beberapa detik saja.
Hmmmm, ga pernah berhenti meminta saat kita sudah dalam kondisi yang sangat tidak membahagiakan. Saat sakit ingat Tuhan, sedih ingat Tuhan, menderita ingat Tuhan. Saat senang-senang apa kita pasti ingat Tuhan dan bisa mensyukuri semua kebahagiaan yang kita rasakan?? Sering kita lupa, karena semua kebahagiaan itu menutupi hal terpenting dalam hidup kita. Yaitu untuk mensyukuri segala sesuatu yang ada dan kita rasakan. Yakinlah jika kita selalu bersyukur maka hidup ini akan sangat-sangat mudah untuk dijalani.
Hidup akan selalu berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Saat terpuruk, jangan menyerah. Segalanya akan kembali indah pada waktu-Nya.

Selasa, 31 Agustus 2010

MASA LALU

Setahun yang lalu, aku terpuruk dalam kesedihan karena kehilangan seseorang kekasih. Kekasih yang telah menjadi tumpuan hidupku, kekasih yang telah menjadi bagian dari nafas kehidupanku. Tak pernah terbayangkan hidupku tanpanya. Hubungan yang terbina hampir empat tahun membuatku memusatkan kehidupanku padanya. Bagiku sakitnya adalah sakitku, tawanya pun adalah tawaku. Keinginannya adalah keinginanku, dan larangannya adalah rem dalam langkahku. Pernah suatu hari dia bertanya padaku, bagaimana hidup kami jika kami tak lagi bersama. Aku hanya diam, ucapan itu menghantuiku, karena tak pernah terlintas di benakku kemungkinan sebuah perpisahan terjadi pada hubungan kami. Aku yakin aku akan mati tanpa dia disisiku. Aku yakin karena hanya sosoknya yang selalu aku tatap, hanya dirinya yang selalu mengisi hari-hariku. Jadi bisakah kamu hidup jika potongan puzzle terbesar dari tubuhmu hilang?? Aku yakin takkan ada yang bisa hidup setelahnya.
Ada temanku yang mengatakan, masa pacaran yang indah hanyalah pada saat tiga tahun pertama yang dilalui. Diatas tiga tahun, pacaran itu ga indah lagi. Bumbu-bumbu percintaan itu akan mulai terkikis dan tidak ada lagi cinta yang menggebu-gebu. Yang tersisa hanyalah perasaan saling membutuhkan serta rasa nyaman yang timbul karena kebersamaan itu. Ibarat sebuah buah, orang yang menanam buah tersebut bisa tahu bagian buah yang busuk tanpa harus memotong buah tersebut. Seperti itu juga pasangan yang telah menjalin hubungan begitu lama, apa yang terlihat dan tidak terlihat dari pasangan kita sudah kita mengerti dan kita maklumi. Waktu memang bisa mengubah banyak hal. Tapi apakah perasaan cinta juga bisa di ubah?? Bagiku, cinta sejati tidak akan pernah berubah, cinta sejati tidak akan pernah luntur seiring berjalannya waktu. Aku yakin cinta itu tidak akan pernah terkikis, jika cinta itu mulai tenggelam maka itu bukanlah cinta sejati. Keyakinanku mengatakan dia adalah cinta sejatiku di hidupku.
Sampai pada satu titik balik, pertengkaran timbul di antara kami, sebuah masalah sepele yang benar-benar tak berarti menghancurkan segala mimpi indah yang telah kubangun. Mimpi indah yang kupikir akan menjadi masa depanku. Ya, sebuah mimpi sederhana dimana aku membangun sebuah kehidupan bersama dengan kekasihku. Aku bermimpi mengenai sebuah pernikahan yang indah, aku bermimpi hidup bersama yang penuh tawa setelah pernikahan yang kami lewati. Aku bermimpi masa tua dimana kami masih saling menggandeng tangan, mengasihi dan masih dilingkupi dengan getar-getar cinta. Aku bermimpi saat muka kami mulai keriput, mata mulai mengaburkan pandangan, telinga mulai tak mampu mendengar, dan kaki mulai tertatih-tatih berjalan kami masih tetap bersama dan dipenuhi cinta. Aku bermimpi saat Tuhan memanggilku ke sisi-Nya ada dia disampingku, menggenggam tanganku erat serta menguatkanku. Aku bermimpi sebuah kedamaian terpancar dari senyum bahagiaku saat aku dipanggil-Nya, karena ada dia disaat terakhirku. Semua itu adalah mimpiku atas sebuah cinta. Tapi cinta itu dalam sekejap lepas dari tanganku. Hubungan kami berakhir pada saat itu juga.
Sejak itu air mata selalu menghiasi malamku, kekecewaan selalu hadir. Harapan bersama kembali selalu menekan jiwaku. Aku benar-benar merasa mati walau nafasku masih ada. Aku benar-benar merasa mati walau aku masih menjalani hidupku seperti biasanya. Jiwaku ikut pergi bersama dengan kehilangan dirinya. Aku tak lagi punya tujuan dan aku tak lagi berpengharapan. Hanya menjalani waktu dan berharap Tuhan berbaik hati untuk memintaku berada di sisi-Nya. Malam-malam ku isi dengan meratapi perpisahan kami. Malam-malam yang serasa dipenuhi dengan kabut, menyesak nafasku, mengaburkan pandanganku sehingga tak ada lagi indah yang nampak. Semuanya benar-benar kelam.
Bulan-bulan yang kulalui selalu sama, aku mulai mati rasa. Tidak ada tawa ataupun kesenangan yang nyata selama itu. Keyakinanku atas cinta membunuhku secara perlahan. Sampai aku mendapat undangan pernikahannya, seolah aku sedang bermimpi. Tuhan, semua itu tak nyata, aku yakin aku sedang berkhayal. Apa mungkin secepat ini dia menemukan penggantiku? Apa mungkin secepat ini perasaannya untukku telah hilang dan terkubur? Apa mungkin? Apa semua janji manis yang terucap tak ada artinya? Apa semua mimpi yang telah kami bangun bersama telah mati? Bagaimana rumah impian yang kami rencanakan? Bagaimana dengan nama anak-anak kami yang telah kami siapkan? Dan bagaimana anjing-anjing yang telah kami mimpikan untuk kami perlihara? Tangisan ini menjadi tangisan terakhirku untuknya. Berjuta pertanyaan mengisi pikiranku, tanpa ada satupun yang kutemukan jawabannya. Ya, hari itu menjadi hari terakhir aku meratapi perpisahan kami. Pernikahannya bukan hanya menjadi awal untuk kehidupannya, tapi juga membuatku terlahir kembali.
Ya, aku terlahir kembali, terlahir dengan proses panjang yang penuh cobaan. Terlahir dengan banyak tangisan dan kesedihan yang pernah terasa. Terlahir setelah penderitaan panjang yang kualami. Terlahir setelah cinta yang kupikir adalah cinta sejati lepas dari genggamanku. Aku kini menjadi lebih kuat, aku kini menjadi lebih realistis. Aku yang kini terbentuk atas segala perbuatanmu. Tapi tetap saja, aku berterima kasih atas semua yang telah kita lalui bersama. Terima kasih atas semua tawa, bahagia, sakit bahkan semua kesedihan yang pernah kau berikan. Terima kasih atas waktu yang telah kita lalui bersama. Kini aku tak lagi mencintaimu, aku juga tak membencimu. Aku tak memiliki rasa apapun lagi untukmu. Aku percaya apa yang kulalui menjadi pilihan hidup yang terbaik. Aku percaya kehilangan dia akan menghadirkan orang yang lebih tepat untukku. Aku percaya sepahit dan segetir apapun perasaan kehilangan itu, hidup tetaplah hidup. Jangan pernah menyerah dalam menjalaninya, karena segalanya akan indah pada waktu-Nya.

MY DEAREST PRINCE

Wanita………..
Mahluk yang diciptakan Tuhan dengan penuh perasaan. Mungkin seperti itulah wanita, selalu saja mengutamakan perasaan. Tanpa pernah bisa menyadari, hidup ini adalah sebuah realita, logika dan akal harus ikut mengambil perannya, tidak hanya perasaan yang berhak mengambil sikap selama menjalani hidup.
Sebenarnya apakah cinta itu??? Saat kamu melakukan mengorbankan segalanya demi seseorang apakah itu cinta?? Hei para pria, cinta bukanlah perasaan yang cukup ditunjukkan pada dirimu saja. Cinta bukan berarti kami para wanita harus melupakan keluarga, teman bahkan waktu untuk mencintai diri sendiri. Bagiku cinta hanyalah sebuah kepalsuan, cinta hanyalah tuntutan untuk menunjukkan kasih sayang pada seseorang. Cinta hanyalah kebutuhan agar kita bisa hidup lebih baik dan memiliki seseorang untuk selalu mendampingi kita dan tempat kita berbagi. Cinta dimataku telah mengalami perubahan makna sejak aku mengalami kegagalan cinta.
Sepertinya Tuhan selalu memberikan kehidupan yang penuh warna pada kita sebagai mahluk ciptaan-Nya. Seperti roda yang terus berputar, kadang kita bisa berada di atas, kadang pula kita berada di bawah. Kadang kita senang kadang pula kita sedih. Kadang kita diliputi dengan cinta, kadang kita diliputi pula dengan kebencian.
Hei, dalam waktu singkat aku dapat membenci cinta, tapi tanpa terduga cinta itu pun hadir dalam kehidupanku. Saat aku menemukan pangeranku, hatiku diliputi dengan cinta. Pertama kali menatapnya aku seolah-olah tersihir, aku tak bisa bergerak, tubuhku seakan mati rasa. Lidahku pun menjadi kelu, apakah benar cupid langsung memanahkan panah asmaranya padaku?? Aku juga tak mengerti. Yang ku tahu jantungku berdetak terlalu kencang, hanya karena aku menatapnya. Aku menjadi salah tingkah, bingung untuk berbicara apa. Pertemuan sesaat itu memutarbalikkan semua persepsiku selama ini. Dalam hati aku meyakini sesuatu. Jika dia memintaku menikah maka aku akan menjawab, “Ya, aku bersedia.”
Tanpa kutahu seperti apa sikapnya, sifatnya, kebiasaannya ataupun silsilah keluarganya, hatiku telah menempatkan dia sebagai pangeranku. Walau pada akhirnya aku tak bersamanya (ternyata pangeran hatiku telah memiliki pasangan) aku tetap menempatkan dia sebagai pangeran di hatiku. Dia yang mengubah hatiku yang dingin menjadi begitu hangat. Dia pula yang membuat aku membuka mata dan hati untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dia juga yang membuatku meyakini kalau cinta itu teramat indah, cinta tak hanya berisi sakit, cinta membuat kita dapat tersenyum dan menjalani hidup dengan lebih baik, cinta membuat kita memiliki tujuan dalam hidup kita. Cinta memberikan pengharapan, mengaburkan semua kesedihan, kesepian dan ketakutan kita. Cinta yang membuat kita bangkit dan berjuang di saat kita jatuh terpuruk.
Cinta yang aku yakini patut aku perjuangkan. Keyakinan itu yang membuat aku berjuang untuk cinta yang aku rasakan pada pangeranku. Enam bulan perjuanganku untuk mendapatkan cintaku agar terbalas. Walau aku tahu dari awal kau telah memilikinya, tapi aku merasa layak untuk memperjuangkan perasaanku. Dari pandangan pertama yang tak terduga sampai kita dekat dan kini menjauh kembali, kau selalu menjadi pangeranku. Walau pada akhirnya bukan aku yang menjadi pilihanmu. Walau pada akhirnya aku hanya bisa merelakan kau bersamanya. Walau pada akhirnya aku hanya bisa ikut berbahagia atas pilihanmu. Aku menikmati setiap perjuangan yang kulakukan. Aku menikmati perasaan dibutuhkan olehmu. Aku menikmati setiap detik yang kita lalui bersama. Aku menikmati setiap tangisanku karena kesedihan yang kau alami. Aku menikmati setiap tawa yang muncul ketika kita bersama. Aku menikmati itu semua, cukup ketika aku mendengar kau juga menyayangiku. Walau kita tak bersama tapi segalanya akan tetap indah. Aku berterima kasih atas proses pendewasaan diriku karena perjuanganku atas cintamu. Aku berterima kasih karena kau telah berhasil membuka hatiku kembali dan membuatku menyadari cinta akan datang kembali dalam hidupku. Semoga kau selalu bahagia, semoga kau selalu tersenyum dan kuat menjalani hidupmu pangeranku.
Terima kasih untuk pangeranku
Terima kasih untuk membuka mataku dan membuatku melihat indahnya dunia.
Terima kasih membuatku menyadari besar kasih-Nya dalam hidup ini.

CINTA dan WAKTU

Pengalaman merupakan guru terbaik untuk kita belajar dan berusaha menapaki kehidupan selanjutnya dengan lebih baik. Sering kita mendengar ungkapan “Belajarlah dari pengalaman dan jangan melakukan kesalahan yang sama. Ibarat seekor keledai, jatuh pada lubang yang sama.” Hei kawan, kita sebagai manusia yang diciptakan dengan talenta dan akal, apakah ada yang bersedia disamakan dengan seekor hewan??? Jadi berusaha sebaik mungkin dan belajarlah dari pengalaman (sok menggurui, ). Kita pasti belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan yang kita buat. Tapi untuk urusan cinta, apa ada yang menjamin kalau kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama?? Cinta takkan pernah lepas dari kisah hidup kita. Siapa sih manusia yang ga pernah jatuh cinta?? Anak zaman sekarang aja yang baru masuk di playgroup sudah bisa menyukai lawan jenis. Dunia dunia, perkembangan zaman membuat semuanya dewasa sebelum waktunya (menurut aku sih, ).
Cinta…………. Membuat hidup jadi lebih hidup. Saat jatuh cinta hidup layaknya permainan roller coaster, asyik namun menegangkan. Pertama kali jatuh cinta, kita berusaha mendekati sasaran kita (eitsss, emangnya latihan tembak, pake sasaran segala, :p). Hati yang deg-deg an, telapak tangan keringatan, biasanya lancar bicara ba bi bu jadi gagap dan bingung. Begitu besar pengaruh cinta dapat mengubah pribadi seseorang. Orang yang selalu percaya diri bisa minder, dari yang pintar menjadi bodoh. Kejadian yang terjadi bisa juga sebaliknya, yang bodoh berusaha menjadi pinter (belum tentu bisa langsung pintar), yang minder berusaha lebih percaya diri untuk mendapatkan hati sasarannya. Bahkan yang terjadi bisa juga makin memperburuk keadaan, orang yang ga tau malu makin ga tau malu karena jatuh cinta, hahahahaha.
Upsss cinta belum berakhir sampai disitu, semua itu barulah proses awal cinta tumbuh di hati. Jangan lupa usaha yang diperlukan untuk membuat cinta itu tidak hanya sepihak aja. Ada ga sih orang yang mau mencintai tanpa harapan juga di cintai??? Ada ga orang yang mencintai tapi ga ingin memiliki?? Kayanya sih ga ada, semua orang mencintai dengan harapan cintanya itu terbalas. Kita mencintai dengan harapan bisa bersama dengan orang yang kita cinta. Pastinya seperti itu, jadi perlu usaha ekstra untuk mendapatkan cinta dengan ending yang bahagia. Walau badai n rintangan menghadang kita harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta. Setidaknya selama ada usaha, penyesalan atas kegagalan cinta tidak terlalu menyakitkan.
Saat memiliki cinta, ingatlah semua usaha yang kita lakukan untuk mendapatkannya. Jangan pernah menyia-nyiakan cinta yang telah kita miliki. Pupuk dan peliharalah cinta itu. Mungkin ada saat dimana rasa cinta yang kita punya tak lagi menggebu-gebu layaknya pertama kali kita merasakannya. Mungkin ada saat dimana cinta itu mengalami masa-masa kritis (emangnya sakit, ) seperti kejenuhan terhadap pasangan kita. Mungkin ada saat dimana kita tidak menemukan jawaban mengapa dulu cinta itu begitu dalam menyelimuti hati. Mungkin ada saat dimana kita mengharapkan perasaan cinta yang sama seperti yang dulu kita rasakan. Semua kemungkinan itu dapat timbul seiring dengan waktu.
Waktu yang kita lalui dapat mengubah segalanya. Waktu adalah peringatan untuk menghargai saat-saat kehidupan kita. Waktu memberikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki segala kesalahan kita. Waktu bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik bahkan sebaliknya, bisa membuat kita jauh lebih buruk. Maka dari itu, tumbuhkan kesadaran dalam hati dan jiwa. Gunakan hidup yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Hargai apa yang kita miliki dan berusahalah meraih impian kita. Jangan biarkan penyesalan tumbuh pada akhirnya karena waktu tidak dapat di putar kembali. Tidak mungkin cinta yang telah lepas dari genggamanmu bisa kembali tanpa ada usaha untuk menghargainya saat kamu masih memilikinya. Berusaha mendapatkan cinta dan hargailah saat kamu telah memiliki cinta itu. Maka selamanya cinta itu akan bertahan dalam kehidupanmu. Walau berulang kali kita telah jatuh dan terpuruk karena cinta, cinta akan tetap menarik dan selalu kita inginkan. Cinta akan selalu mengisi kehidupan kita, selama kita masih bernafas maka selama itu pula cinta akan selalu hadir dan memberikan sejuta rasa. Kita boleh saja berulang kali jatuh karena kegagalan cinta, tapi yang pasti jangan pernah melakukan kesalahan yang sama hingga kamu kehilangan cinta itu.
Sekedar sharing, semoga dunia selalu penuhi cinta kasih. Maka damai akan mewarnai hidup kita.
Tambahan: jangan biarkan mata membatasi perasaan untuk tumbuh di hati kita. Gunakan telinga, akal dan hati untuk memilih pasangan. Mata membatasi kita untuk memahami pribadi seseorang. Saat kita melihat orang itu cantik/ ganteng maka perasaan tertarik dalam sekejap akan muncul. Tapi sadarkah kita, kecantikan ataupun ketampanan dapat terkikis oleh waktu. Gunakanlah telinga, karena disaat dimana kita berusaha menjadi pendengar, maka disaat itu kita sedang belajar memahami orang tersebut. Karena telinga kita bisa mengetahui banyak hal, baik itu sifat maupun kepribadiannya. Barulah akal dan hati memegang peranan selanjutnya. Gud luck n berjuanglah untuk cintamu. 

Kamis, 26 Agustus 2010

KEHILANGAN

Setaun yang telah berlalu…….
yang menjadi awal dari perubahan hidupku
Dari memiliki akupun kehilangan...
Dari sebuah cinta yang teramat dalam
Akupun melangkah kembali melalui kekosongan

Cinta????mungkin kah itu benar sebuah cinta???
Apa tahun-tahun yang kurasakan adalah kenyataan??
Karena setaun yang baru kulewati
Seolah adalah saat-saat dimana aku berusaha membangun diri
Dari keterpurukan akibat tidur yang teramat panjang

Sakit, sedih, tangis yang pernah hadir dihariku
Apakah itu benar karena sebuah cinta????
Aku tak yakin, aku benar tak mengerti sedikitpun
Tawa, senang dan bahagia yang juga pernah ada
Apakah selama itu nyata??ataukah hanya perasaanku saja?

Setaun pun berlalu………
Waktu terlewati menguatkanku
Menjadikanku tegar
Akupun menyadari
Setaun yang teramat berharga
Memberikan sejuta rasa dan memori

Ya setaun yang telah berlalu
Mengajarkanku untuk menjadi lebih bahagia
Dan mensyukuri apa yang kumiliki

MIMPI YANG TERTUNDA

Seorang gadis yang baru lulus kebingungan menentukan pilihan hidupnya. Banyak sekali keinginan yang muncul dibenaknya, dia pun mulai ragu. Keputusannya yang berubah-ubah hanya memberi kepuasan sementara. Dia tidak bisa mengerti walau seberapa besarpun usaha yang telah dilakukannya untuk menyelami hatinya. Si gadis selalu berkutat dalam kebingungan. Hal lain yang membuatnya tak bersemangat karena dia menyadari keputusan apapun yang dibuatnya hanya akan dilaluinya sendiri. Tidak ada yang peduli padanya. Lalu si gadispun menangis tersedu-sedu, dia meratapi setiap detik kehidupannya dimana tidak ada yang menuntun langkahnya. Tiba-tiba muncul kelip cahaya dihadapannya.
“Siapa kamu?” tanya si gadis dengan keterkejutannya.
“Akulah cermin perasaanmu dan aku yang akan menuntun langkah dalam hidupmu. Kamu tidak lagi sendiri, jadi jangan pernah bersedih dan meratapi kehidupanmu. Hidup sebenarnya indah kalau kamu memandangnya dari sisi yang berbeda.” Ternyata kerlap kerlip itu adalah sesosok peri kecil yang terbang mengitari si gadis.
“Lalu kamu berada dimana jika aku membutuhkanmu?”
“Aku berada jauh didasar hatimu.”
“Bagaimana bisa aku memanggilmu jika aku membutuhkanmu? Apa yang harus kulakukan jika aku kembali bersedih?”
“Panggillah aku, menyatulah dengan hatimu dan kamu akan menemukanku sayang. Kelak tidak ada kebimbangan lagi dalam hari-harimu. Asal kamu percaya bahwa aku ada, maka aku akan selalu menyertaimu.” Jawab sang Peri.
Si gadispun tertawa riang dan berkata pada sang peri, “Terimakasih peri. Aku pasti akan mencarimu didalam hatiku.”
Akhirnya sang peri pun menghilang dan si gadis mulai menjalani hari-hari seperti biasanya. Tanpa ada perubahan ataupun usaha untuk mengerti dirinya sendiri. Sampai suatu saat dia kembali terpuruk dalam kesedihan dan kebimbangan. Dia kembali menangis tersedu-sedu. “Peri dimanakah kau? Kau berjanji akan datang kepadaku jika aku membutuhkanmu. Sekarang aku sangat membutuhkanmu, tapi kenapa kau tak muncul dihadapanku?”
Tangisannya tak berhenti, begitu lama dan menyayat. Tapi kemudian diapun menyadari. Dia sendiri yang tidak pernah berusaha memahami hatinya. Bagaimana bisa dia menyatu dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia memahami apa yang harus dia lakukan. Bagaimana bisa dia lepas dari keraguan dan kebingungan di dirinya. Diapun berhenti meratap. Dia kemudian bertekad pada dirinya sendiri. Aku akan belajar memahami diriku sendiri, aku akan belajar mencintai diriku, aku akan belajar mengerti tentang Tuhan. Aku akan belajar untuk mencari kedamaian dalam hatiku.
Mimpinya memang sedikit tertunda, tapi bukan berarti mimpinya tidak dapat terlaksana. Manusia boleh terpuruk dalam kesedihan, tapi bukan berarti kita harus mengubur semua harapan kita dan tidak lagi berusaha.
Hiduplah dengan pengharapan, karena tanpa itu hidup pun takkan terasa hidup.

Rabu, 11 Agustus 2010

PENANTIAN


Hari-hari ku lalui….
Memberi rasa kerinduan yang mendalam….
Detik demi detik penuh pengharapan…
Harapan untuk menemukan kembali dirimu….
Kekasihku yang telah hilang….
Akankah kau kembali padaku????
Harapan berkumpul menjadi satu….
Dalam mimpi dan nyataku….
Hanya kau yang mengisi seluruh hatiku…..
Kasihku yang telah melupakanku….
Waktu yang berlalu tanpa dirimu….
Terasa hampa dan tak berarti….
Inginku teriak kepada dunia….
Ingin kuteriak pada dirimu…..
Untuk buat dirimu menyadari….
Betapa aku sangat mencintaimu…..
Betapa hidupku menanti cahaya dari mu…
            Sayangku…..
Rasa ini
Hilang tanpa dirimu…..
Kembalilah padaku……..