Selasa, 08 Februari 2011

Hidup adalah PILIHAN


Terpekur aku disini, disebuah sudut waktu
Menanti pergantian tahun, 2011 yang akan datang
2010 yang penuh kisah, Tawa dan tangis silih berganti
Mengukir memory yang tak terlupa

Kehilanganmu adalah akhir kisahku di 2010
Frustasi, amarah, putus asa berkecamuk di dada
Menorehkan  luka yang begitu dalam
Tapi tidakkkkkk, Aku menanti 2011
menjalaninya dengan lembaran kisah baru

Cinta adalah bagian dari kehidupan
Sedang hidup adalah pilihan
Dimana aku menjalani dengan sepenuh hatiku
Menyongsong hari esok yang lebih indah

Kini hidupku adalah pilihan
Pilihan untuk melupakanmu
Pilihan untuk menciptakan kisah yang baru
Pilihan untuk meraih sukses di masa depanku

Senin, 03 Januari 2011

This New Year - 2011


This new year………
I begin a new day, with new hope n dream
This new year…..
Laugh become a beginning of my day

Memulai tahun baru tidak pernah lebih menyenangkan dari tahun ini. Tahun 2010 menyisakan begitu banyak memori yang tak mudah untuk dilupakan. Semua rasa bercampur aduk di sana, ada tawa, sedih yang datang silih berganti.  Banyak wajah baru yang mengisi kehidupanku, memberikan sejuta rasa yang masih melekat di hati. Perjalanan di 2010 membuatku menyadari betapa indahnya hidup, semua perasaan yang hadir pada akhirnya menciptakan kepuasan untuk setiap kenangan yang terukir di hati. Walaupun rasa sakit dan sedih juga ada di sana, semuanya terhapuskan oleh kebahagiaan dan tawa yang juga hadir. 

Kesedihan, tangis dan amarah hanyalah bagian kecil dari hidup. Semua rasa negatif hadir untuk membuat kita menyadari betapa kuatnya rasa senang dan bahagia itu sendiri.Rasa sayang menjadi begitu kuat terasa karena ada rasa benci yang mengimbanginya. 

Bersyukur kepada Tuhan, sampai saat ini masih bisa bernafas dan menjalani kehidupan, menikmati setiap kejadian dan pelajaran untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

I love my life, totally love it.

My resolution for this new year:
Menjadi orang yang lebih baik lagi, membagi kasih sayang dan menunjukkan betapa indahnya hidup ini. 
Resolusi garis besarnya aja ya, untuk spesifiknya biar aku dan Tuhan yang tahu
:D

So excited with this 2011



Selasa, 23 November 2010

CINTA ITU....................


Cinta itu…..
Berawal dari sebuah ketertarikan kecil sebagai benihnya
Yang terbina, tumbuh menjadi besar, dan berbuah cinta

Cinta itu…..
Dimana kau menjadi pendengar saat dia bercerita
Dimana kau menjadi pembicara saat dia dalam kebimbangan
Dimana kau menjadi bahu saat dia menangis tersedu-sedu
Dimana kau menjadi pemikir saat dia membutuhkan sebuah jalan

Cinta itu…..
Adalah masa-masa dimana perbedaan saling melengkapi
Adalah masa-masa untuk saling memberi dan menerima kasih
Adalah masa-masa untuk kau dan dia saling menghangatkan
Adalah masa-masa untuk kau dan dia saling menghapus air mata

Cinta itu…..
Kau tersenyum saat dia bahagia
Kau tertekan saat dia menderita
Kau kuat saat dia lemah
Kau bangkit saat dia tak berdaya

Cinta itu……
Dimana kau yakin, hidupmu adalah untuk membahagiakannya
Dimana kau yakin, senyumnya sangat berarti dihidupmu
Dimana kau yakin, kau mampu mengorbankan segalanya untuk dia
Dimana kau yakin, dalam dekapannya kau temukan kenyamanan

Cinta itu………
Takkan pernah habis untuk diungkapkan
Takkan pernah terukur dengan alat apapun

Cinta itu…
Adalah sebuah keyakinan tentang dia
Adalah sebuah harapan dan mimpi bersamanya

Senin, 22 November 2010

MULUTMU HARIMAUMU (part 2)

Pengeluaranku untuk berbicara dengannya kuanggap sebagai upaya penghamburan uang untuk sebuah kepuasan. Ya, walau hanya berbicara dengannya, tapi ada rasa nyaman karena aku bisa berbagi cerita dengan seseorang tanpa ada upaya untuk menjerat hatinya. Segala keburukanku pun  sudah diketahui olehnya, dan dia tetap bisa berteman denganku. Aku ingat ucapannya, pada dasarnya dalam diri manusia ada sisi baik dan jahatnya, tergantung manusia itu sendiri menonjolkan sisi mana dari dirinya. Tanpa aku sadari, pelan-pelan dia menjadi malaikat dalam kisah kehidupanku.
Malam-malam yang kulewati dengan mendengar suaranya membuatku melalui hari dengan begitu cepat. Tak terasa, waktu yang kuukir bersamanya membuatku terperangkap dalam kenikmatan. Suaranya menjadi semangat untuk melalui hari-hariku, bersamanya, aku tak merasa sendiri.  Entah pembicaraan apa yang selalu kami bagi berdua. Kegiatanku sehari-hari, cerita masa laluku, pemikiran dan impianku, semua kubagikan untuknya. Dia, selalu menjadi seorang pendengar setia, penghibur dikala aku sedih dan sepi, penyemangat dikala aku terpuruk, dan pembicara dikala aku membutuhkan cerita.
Roda kehidupan pada akhirnya selalu berputar, rasa nyaman yang aku miliki selama bersamanya mencapai sebuah titik terendah. Aku mengucapkan sebuah kalimat yang ternyata begitu menyakiti hatinya. Kalimat yang kulontarkan hanya untuk membuat tawa hadir di sela pembicaraan kami. Aku merasa tak ada perbedaan ucapanku kali ini dengan biasanya. Kenapa dia malah marah dan memintaku untuk tak lagi berbicara dengannya jika aku tak merubah sikapku? Selama ini dia bisa menerima aku yang apa adanya. Kenapa? 
Malam-malam tanpa bicara dengannya, tanpa bercanda dengannya membuatku terperangkap dalam rasa sepi yang berkepanjangan. Tanpa kusadari dia telah masuk ke dalam hatiku, dan sekarang, dia telah membuat keretakan di sana sini pada hatiku. Ingin aku membencinya, tapi apa rasa benci itu bisa mengembalikan keretakan menjadi utuh? Aku rasa tidak. Apa benar jika aku mempersalahkan dia karena dia yang tak bisa menerimaku apa adanya seperti dulu, atau aku yang mulai keterlaluan?
Kurebahkan tubuhku di atas kasur single tempatku melepas lelah.  Aku menerawang, memusatkan pikiranku yang berkecamuk mengenai dirinya. Sebenarnya apa dirinya bagiku? Apa arti kehadirannya dalam hidupku? Setelah dia tak lagi menerima aku yang seperti ini, apa aku harus menganggapnya sebagai malaikat pencabut nyawaku? Malaikat jahat yang telah berpura-pura manis dan masuk ke dalam hatiku, kemudian dengan kejamnya mengoyak hatiku hingga tak lagi berbentuk. 

Kehilangannya membuatku sedikit terpuruk. Ya, Cuma sedikit, tidak akan ku akui betapa dalamnya luka yang dia torehkan. Walaupun pada kenyataannya, malam-malam yang kulalui kini penuh dengan lamunan dan kebingungan.  Tanpa dirinya, kurasakan sendiri, aku, dengan sikap yang seperti ini, telah kehilangan teman begitu lama, jauh dari keluarga. Aku hanya berusaha menjaga diriku. Tidak ingin terluka, hanya menorehkan luka di hati orang lain. Seberapa banyak luka yang telah timbul karena sikapku, ucapanku? Apa sebanding dengan sakit yang kurasakan karena kehilangannya dan penolakan dirinya atasku? 
Hatiku menangis, kelemahan membuatku menjadi orang yang begitu bodoh. Ketakutan membuatku menerima akibat yang lebih dari itu. HIdup sendiri, tak ada yang mencintaiku, tak ada yang peduli padaku. Perlahan tapi pasti, aku menghancurkan diriku, menghancurkan kehidupanku.  Kukuatkan diriku, berusaha memperbaiki semuanya. Aku mulai mencari Tuhan, aku tahu, hanya melalui-Nya aku bisa memulai lembaran baru dihidupku. 
Mulutmu harimaumu, memang itu kenyataannya. Aku menjadi manusia yang lebih baik. Caci maki jauh dari hidupku sekarang, mulut ku gunakan untuk memuliakan nama-Nya. Aku mulai membuka hatiku untuk menemukan DIa dan menjadikan-Nya sebagai  jalan dalam kehidupanku. Menjadi pria kuat bukan berarti aku harus melontarkan kata-kata kasar, harus bisa menyakiti. Aku menyadari itu semua, karena malaikatku. Dia menyadarkanku dan membuatku mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya. Walau kini aku tak menghabiskan malam dengan meneleponnya. Dia tetap menjadi bagian terindah dalam hidupku, dan semoga dia bisa menjadi masa depanku. 

MULUTMU HARIMAUMU (part 1)


Sering sekali aku mendengar salah satu peribahasa yang diungkapkan orang-orang untuk mengingatkan agar kita menjaga sikap dan tingkah laku kepada orang lain. “Mulutmu adalah harimaumu”,  ya, peribahasa yang perlu untuk direnungkan.

Aku mengalaminya, menjalani kehidupan tanpa pernah bisa menjaga ucapan yang terlontar dari mulutku. Aku memaki, aku menghina, semua kata-kata kasar yang selalu kuucapkan sejak aku menapaki kehidupan sosialku. Maaf saja ya, jangan dulu kalian berpikiran buruk. Di rumah, keluargaku tak pernah mengajarkan kata-kata kasar padaku, bahkan kedua kakak perempuanku yang cantik selalu berbicara dengan sangat sopan. Aku tidak yakin ada kosakata kasar yang terangkum di kamus berbahasa kedua kakakku. Pujian selalu terlontar setiap kali Mama hadir di pesta maupun di acara keluarga besar kami.

Ya, kedua kakakku yang berbeda dari diriku. Entah apa titik balik yang mengubah aku menjadi seorang pribadi yang identik dengan sifat buruk dan mulut pedas layaknya remaja yang tidak pernah duduk dan menikmati waktu untuk menimba ilmu.  Tapi yang kutahu, aku berusaha mengenakan topeng itu agar aku terbebas dari rasa lemah, takut, dan ketidakberdayaan dalam hidup. Aku ingin menjadi pria kuat yang dapat bertahan dalam kehidupanku. Aku tidak ingin seorangpun masuk dan melukai hatiku. Aku ingin hatiku tetap utuh tanpa ada keretakan sedikitpun.

Sampai suatu saat, aku yang telah menjalani kehidupan seperti ini begitu lama mulai terusik oleh kehadirannya. Seorang wanita biasa, tidak terlalu menarik tapi tak juga jelek, dia wanita standar dengan tampang pas-pas an. Tanpa sengaja aku bertemu dengannya, dia adalah teman dari teman smp yang lama tak pernah kutemui.  Kami bertemu di salah satu mall ternama di Jakarta. Dari sanalah aku mengenalnya, sejak itu hubungan kami berlanjut lewat dunia maya, facebook, dan telepon sekedar menghabiskan waktu malamku.

Aku mulai terbiasa berbicara dengannya di telepon, aku menikmati saat dimana aku memberi komentar di status facebooknya. Walau kata-kata yang ku tulis kasar dan sedikit melecehkan, dia tak pernah marah padaku. Teleponku selalu disambut denga tawa ceria darinya. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk meneleponnya, walau pada akhirnya, tagihan teleponku membengkak karena penyedia jaringan telepon kami berbeda. Mau tak mau aku harus merogoh kantongku dalam-dalam.

Selasa, 09 November 2010

MY PERFECT MAN


My perfect man, judul dari sebuah novel yang ditulis oleh temanku, Shiny Zhen. Btw, siapa sih yang ga punya impian mengenai “Perfect Man” dalam hidupnya? Bahkan para pria pasti juga memiliki impian mengenai “Perfect Woman”.

My Perfect Man:
  1. Pinter
  2. Baik
  3. Dewasa
  4. Mapan
Dan segudang embel-embel lainnya, semua yang positif kita inginkan ada pada perfect man. Tapi bisakah?? Karena pada kenyataannya, ga da yang sempurna di muka bumi ini. Tuhanlah satu-satunya yang maha sempurna.

Sebenarnya bukan pada bagaimana seseorang itu bisa lulus kualifikasi perfect dimata kita, tapi bagaimana kita bisa menerima ketidaksempurnaan itu kemudian melengkapinya. Pada akhirnya dia juga akan menjadi perfect man dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Just love him as who he is.
Jadi masih maukah kamu menunggu sampai pria sempurna itu datang ke hadapanmu? Atau, terima dan sempurnakan pria yang telah hadir dan mengetuk pintu hatimu walau dia tidak sesempurna ur perfect man?? Be wise n think it. ^^

JATUH CINTA: Taik kucing pun rasa coklat

JATUH CINTA....
Ada pepatah yang mengatakan saat jatuh cinta, taik kucing pun rasa coklat.
Awalnya aku juga tidak percaya dengan pepatah seperti itu. Bagaimana mungkin taik kucing bisa berasa coklat?? (lebay mode on).
Hahahaahaha, namanya juga pepatah, ya pasti berupa perumpamaan aja.
Jika aku mulai nge flash back apa yang terjadi dihidupku, pada orang-orang disekitarku, aku mulai menyadari dan paham betul kalau jatuh cinta emang bisa ngebuat taik kucing berasa coklat.
Sakit dan sedih karena jatuh cinta bisa terganti karena kebahagiaan dicintai. Bahkan, hal yang tidak boleh dilakukan pun malah kita lakuin dengan santainya dikarenakan kita jatuh cinta. Banyak banget hal-hal yang terjadi di sekitar kita karena cinta.
Ada yang bunuh diri karena cinta di tolak, ada yang ngebunuh karena cinta ditolak (Upsss, asli sadis banget tuh, jangan ditiru!!!).
Pokoknya semua begitu deh, ^^
Sebuah kejadian mengajarkan aku kalau apa yang kita yakini sebagai "CINTA" membuat kita bisa buta, ga tau mana yang benar dan salah. Rasa ketertarikan adalah tunas di mana cinta akan tumbuh dan menjadi sebuah pohon rindang yang penuh dengan buah. Buah-buah manis itu berasa kebahagiaan, impian, harapan, kebersamaan, rasa saling memiliki, dan kebutuhan akan satu sama lain.
Buah begitu segar jika kita biarkan tanpa di panen pada akhirnya juga akan membusuk, pohon yang tidak kita pelihara dengan baik pada akhirnya juga akan mengering dan mati. Ibarat itulah cinta, saat pohon cinta telah mati yang tersisa hanyalah rasa sedih dan kehilangan.
Upsss jadi melantur, kembali ke tema sebelumnya, "Jatuh cinta, tai kucing pun berasa coklat."
Awalnya rencana nulis disini dalam bentuk cerpen, tapi ya sudahlah. Sekali-kali nulis ngelantur ngelinndur aja. ^^
Nge Flash back kebodohan masa lalu nih.
Bisa-bisanya meyakini sesuatu sebagai "CINTA". Sampai ga tau apa yang benar dan salah. Bahkan sampai berpikir ga akan bisa hidup tanpa dia. Waw waw....
Parah kan?? Itu tuh yang namanya kekuatan pikiran atas sebuah cinta. Kalau diingat-ingat lagi, apalagi disaat sekarang, saat rasa yang dulu dianggap cinta telah menjadi kenangan, bisa mencak mencak sendiri, kok dulu segitunya ya? Sekarang ga berasa apa-apa lagi. Ga jelas banget jadinya. Jadi sebenarnya itu CINTA atau BUKAN?
Tapi.... saat itu, Hidup hanyalah sepenggal kisah dimana dia sebagai pusat kehidupan, nafas kehidupan, dan
tawa dalam kehidupan.
Saat ini, dia hanyalah orang yang pernah membuatku berpikir kalau dia adalah cinta sejati. 
Makin confuse aja ke mana arah tulisan ini...
Buat yang lagi JATUH CINTA, ingat!!!! Tetap gunakan akal, jangan hanya perasaan.
@@
Tamat, ^^