Selasa, 31 Agustus 2010

MASA LALU

Setahun yang lalu, aku terpuruk dalam kesedihan karena kehilangan seseorang kekasih. Kekasih yang telah menjadi tumpuan hidupku, kekasih yang telah menjadi bagian dari nafas kehidupanku. Tak pernah terbayangkan hidupku tanpanya. Hubungan yang terbina hampir empat tahun membuatku memusatkan kehidupanku padanya. Bagiku sakitnya adalah sakitku, tawanya pun adalah tawaku. Keinginannya adalah keinginanku, dan larangannya adalah rem dalam langkahku. Pernah suatu hari dia bertanya padaku, bagaimana hidup kami jika kami tak lagi bersama. Aku hanya diam, ucapan itu menghantuiku, karena tak pernah terlintas di benakku kemungkinan sebuah perpisahan terjadi pada hubungan kami. Aku yakin aku akan mati tanpa dia disisiku. Aku yakin karena hanya sosoknya yang selalu aku tatap, hanya dirinya yang selalu mengisi hari-hariku. Jadi bisakah kamu hidup jika potongan puzzle terbesar dari tubuhmu hilang?? Aku yakin takkan ada yang bisa hidup setelahnya.
Ada temanku yang mengatakan, masa pacaran yang indah hanyalah pada saat tiga tahun pertama yang dilalui. Diatas tiga tahun, pacaran itu ga indah lagi. Bumbu-bumbu percintaan itu akan mulai terkikis dan tidak ada lagi cinta yang menggebu-gebu. Yang tersisa hanyalah perasaan saling membutuhkan serta rasa nyaman yang timbul karena kebersamaan itu. Ibarat sebuah buah, orang yang menanam buah tersebut bisa tahu bagian buah yang busuk tanpa harus memotong buah tersebut. Seperti itu juga pasangan yang telah menjalin hubungan begitu lama, apa yang terlihat dan tidak terlihat dari pasangan kita sudah kita mengerti dan kita maklumi. Waktu memang bisa mengubah banyak hal. Tapi apakah perasaan cinta juga bisa di ubah?? Bagiku, cinta sejati tidak akan pernah berubah, cinta sejati tidak akan pernah luntur seiring berjalannya waktu. Aku yakin cinta itu tidak akan pernah terkikis, jika cinta itu mulai tenggelam maka itu bukanlah cinta sejati. Keyakinanku mengatakan dia adalah cinta sejatiku di hidupku.
Sampai pada satu titik balik, pertengkaran timbul di antara kami, sebuah masalah sepele yang benar-benar tak berarti menghancurkan segala mimpi indah yang telah kubangun. Mimpi indah yang kupikir akan menjadi masa depanku. Ya, sebuah mimpi sederhana dimana aku membangun sebuah kehidupan bersama dengan kekasihku. Aku bermimpi mengenai sebuah pernikahan yang indah, aku bermimpi hidup bersama yang penuh tawa setelah pernikahan yang kami lewati. Aku bermimpi masa tua dimana kami masih saling menggandeng tangan, mengasihi dan masih dilingkupi dengan getar-getar cinta. Aku bermimpi saat muka kami mulai keriput, mata mulai mengaburkan pandangan, telinga mulai tak mampu mendengar, dan kaki mulai tertatih-tatih berjalan kami masih tetap bersama dan dipenuhi cinta. Aku bermimpi saat Tuhan memanggilku ke sisi-Nya ada dia disampingku, menggenggam tanganku erat serta menguatkanku. Aku bermimpi sebuah kedamaian terpancar dari senyum bahagiaku saat aku dipanggil-Nya, karena ada dia disaat terakhirku. Semua itu adalah mimpiku atas sebuah cinta. Tapi cinta itu dalam sekejap lepas dari tanganku. Hubungan kami berakhir pada saat itu juga.
Sejak itu air mata selalu menghiasi malamku, kekecewaan selalu hadir. Harapan bersama kembali selalu menekan jiwaku. Aku benar-benar merasa mati walau nafasku masih ada. Aku benar-benar merasa mati walau aku masih menjalani hidupku seperti biasanya. Jiwaku ikut pergi bersama dengan kehilangan dirinya. Aku tak lagi punya tujuan dan aku tak lagi berpengharapan. Hanya menjalani waktu dan berharap Tuhan berbaik hati untuk memintaku berada di sisi-Nya. Malam-malam ku isi dengan meratapi perpisahan kami. Malam-malam yang serasa dipenuhi dengan kabut, menyesak nafasku, mengaburkan pandanganku sehingga tak ada lagi indah yang nampak. Semuanya benar-benar kelam.
Bulan-bulan yang kulalui selalu sama, aku mulai mati rasa. Tidak ada tawa ataupun kesenangan yang nyata selama itu. Keyakinanku atas cinta membunuhku secara perlahan. Sampai aku mendapat undangan pernikahannya, seolah aku sedang bermimpi. Tuhan, semua itu tak nyata, aku yakin aku sedang berkhayal. Apa mungkin secepat ini dia menemukan penggantiku? Apa mungkin secepat ini perasaannya untukku telah hilang dan terkubur? Apa mungkin? Apa semua janji manis yang terucap tak ada artinya? Apa semua mimpi yang telah kami bangun bersama telah mati? Bagaimana rumah impian yang kami rencanakan? Bagaimana dengan nama anak-anak kami yang telah kami siapkan? Dan bagaimana anjing-anjing yang telah kami mimpikan untuk kami perlihara? Tangisan ini menjadi tangisan terakhirku untuknya. Berjuta pertanyaan mengisi pikiranku, tanpa ada satupun yang kutemukan jawabannya. Ya, hari itu menjadi hari terakhir aku meratapi perpisahan kami. Pernikahannya bukan hanya menjadi awal untuk kehidupannya, tapi juga membuatku terlahir kembali.
Ya, aku terlahir kembali, terlahir dengan proses panjang yang penuh cobaan. Terlahir dengan banyak tangisan dan kesedihan yang pernah terasa. Terlahir setelah penderitaan panjang yang kualami. Terlahir setelah cinta yang kupikir adalah cinta sejati lepas dari genggamanku. Aku kini menjadi lebih kuat, aku kini menjadi lebih realistis. Aku yang kini terbentuk atas segala perbuatanmu. Tapi tetap saja, aku berterima kasih atas semua yang telah kita lalui bersama. Terima kasih atas semua tawa, bahagia, sakit bahkan semua kesedihan yang pernah kau berikan. Terima kasih atas waktu yang telah kita lalui bersama. Kini aku tak lagi mencintaimu, aku juga tak membencimu. Aku tak memiliki rasa apapun lagi untukmu. Aku percaya apa yang kulalui menjadi pilihan hidup yang terbaik. Aku percaya kehilangan dia akan menghadirkan orang yang lebih tepat untukku. Aku percaya sepahit dan segetir apapun perasaan kehilangan itu, hidup tetaplah hidup. Jangan pernah menyerah dalam menjalaninya, karena segalanya akan indah pada waktu-Nya.

MY DEAREST PRINCE

Wanita………..
Mahluk yang diciptakan Tuhan dengan penuh perasaan. Mungkin seperti itulah wanita, selalu saja mengutamakan perasaan. Tanpa pernah bisa menyadari, hidup ini adalah sebuah realita, logika dan akal harus ikut mengambil perannya, tidak hanya perasaan yang berhak mengambil sikap selama menjalani hidup.
Sebenarnya apakah cinta itu??? Saat kamu melakukan mengorbankan segalanya demi seseorang apakah itu cinta?? Hei para pria, cinta bukanlah perasaan yang cukup ditunjukkan pada dirimu saja. Cinta bukan berarti kami para wanita harus melupakan keluarga, teman bahkan waktu untuk mencintai diri sendiri. Bagiku cinta hanyalah sebuah kepalsuan, cinta hanyalah tuntutan untuk menunjukkan kasih sayang pada seseorang. Cinta hanyalah kebutuhan agar kita bisa hidup lebih baik dan memiliki seseorang untuk selalu mendampingi kita dan tempat kita berbagi. Cinta dimataku telah mengalami perubahan makna sejak aku mengalami kegagalan cinta.
Sepertinya Tuhan selalu memberikan kehidupan yang penuh warna pada kita sebagai mahluk ciptaan-Nya. Seperti roda yang terus berputar, kadang kita bisa berada di atas, kadang pula kita berada di bawah. Kadang kita senang kadang pula kita sedih. Kadang kita diliputi dengan cinta, kadang kita diliputi pula dengan kebencian.
Hei, dalam waktu singkat aku dapat membenci cinta, tapi tanpa terduga cinta itu pun hadir dalam kehidupanku. Saat aku menemukan pangeranku, hatiku diliputi dengan cinta. Pertama kali menatapnya aku seolah-olah tersihir, aku tak bisa bergerak, tubuhku seakan mati rasa. Lidahku pun menjadi kelu, apakah benar cupid langsung memanahkan panah asmaranya padaku?? Aku juga tak mengerti. Yang ku tahu jantungku berdetak terlalu kencang, hanya karena aku menatapnya. Aku menjadi salah tingkah, bingung untuk berbicara apa. Pertemuan sesaat itu memutarbalikkan semua persepsiku selama ini. Dalam hati aku meyakini sesuatu. Jika dia memintaku menikah maka aku akan menjawab, “Ya, aku bersedia.”
Tanpa kutahu seperti apa sikapnya, sifatnya, kebiasaannya ataupun silsilah keluarganya, hatiku telah menempatkan dia sebagai pangeranku. Walau pada akhirnya aku tak bersamanya (ternyata pangeran hatiku telah memiliki pasangan) aku tetap menempatkan dia sebagai pangeran di hatiku. Dia yang mengubah hatiku yang dingin menjadi begitu hangat. Dia pula yang membuat aku membuka mata dan hati untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda. Dia juga yang membuatku meyakini kalau cinta itu teramat indah, cinta tak hanya berisi sakit, cinta membuat kita dapat tersenyum dan menjalani hidup dengan lebih baik, cinta membuat kita memiliki tujuan dalam hidup kita. Cinta memberikan pengharapan, mengaburkan semua kesedihan, kesepian dan ketakutan kita. Cinta yang membuat kita bangkit dan berjuang di saat kita jatuh terpuruk.
Cinta yang aku yakini patut aku perjuangkan. Keyakinan itu yang membuat aku berjuang untuk cinta yang aku rasakan pada pangeranku. Enam bulan perjuanganku untuk mendapatkan cintaku agar terbalas. Walau aku tahu dari awal kau telah memilikinya, tapi aku merasa layak untuk memperjuangkan perasaanku. Dari pandangan pertama yang tak terduga sampai kita dekat dan kini menjauh kembali, kau selalu menjadi pangeranku. Walau pada akhirnya bukan aku yang menjadi pilihanmu. Walau pada akhirnya aku hanya bisa merelakan kau bersamanya. Walau pada akhirnya aku hanya bisa ikut berbahagia atas pilihanmu. Aku menikmati setiap perjuangan yang kulakukan. Aku menikmati perasaan dibutuhkan olehmu. Aku menikmati setiap detik yang kita lalui bersama. Aku menikmati setiap tangisanku karena kesedihan yang kau alami. Aku menikmati setiap tawa yang muncul ketika kita bersama. Aku menikmati itu semua, cukup ketika aku mendengar kau juga menyayangiku. Walau kita tak bersama tapi segalanya akan tetap indah. Aku berterima kasih atas proses pendewasaan diriku karena perjuanganku atas cintamu. Aku berterima kasih karena kau telah berhasil membuka hatiku kembali dan membuatku menyadari cinta akan datang kembali dalam hidupku. Semoga kau selalu bahagia, semoga kau selalu tersenyum dan kuat menjalani hidupmu pangeranku.
Terima kasih untuk pangeranku
Terima kasih untuk membuka mataku dan membuatku melihat indahnya dunia.
Terima kasih membuatku menyadari besar kasih-Nya dalam hidup ini.

CINTA dan WAKTU

Pengalaman merupakan guru terbaik untuk kita belajar dan berusaha menapaki kehidupan selanjutnya dengan lebih baik. Sering kita mendengar ungkapan “Belajarlah dari pengalaman dan jangan melakukan kesalahan yang sama. Ibarat seekor keledai, jatuh pada lubang yang sama.” Hei kawan, kita sebagai manusia yang diciptakan dengan talenta dan akal, apakah ada yang bersedia disamakan dengan seekor hewan??? Jadi berusaha sebaik mungkin dan belajarlah dari pengalaman (sok menggurui, ). Kita pasti belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan yang kita buat. Tapi untuk urusan cinta, apa ada yang menjamin kalau kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama?? Cinta takkan pernah lepas dari kisah hidup kita. Siapa sih manusia yang ga pernah jatuh cinta?? Anak zaman sekarang aja yang baru masuk di playgroup sudah bisa menyukai lawan jenis. Dunia dunia, perkembangan zaman membuat semuanya dewasa sebelum waktunya (menurut aku sih, ).
Cinta…………. Membuat hidup jadi lebih hidup. Saat jatuh cinta hidup layaknya permainan roller coaster, asyik namun menegangkan. Pertama kali jatuh cinta, kita berusaha mendekati sasaran kita (eitsss, emangnya latihan tembak, pake sasaran segala, :p). Hati yang deg-deg an, telapak tangan keringatan, biasanya lancar bicara ba bi bu jadi gagap dan bingung. Begitu besar pengaruh cinta dapat mengubah pribadi seseorang. Orang yang selalu percaya diri bisa minder, dari yang pintar menjadi bodoh. Kejadian yang terjadi bisa juga sebaliknya, yang bodoh berusaha menjadi pinter (belum tentu bisa langsung pintar), yang minder berusaha lebih percaya diri untuk mendapatkan hati sasarannya. Bahkan yang terjadi bisa juga makin memperburuk keadaan, orang yang ga tau malu makin ga tau malu karena jatuh cinta, hahahahaha.
Upsss cinta belum berakhir sampai disitu, semua itu barulah proses awal cinta tumbuh di hati. Jangan lupa usaha yang diperlukan untuk membuat cinta itu tidak hanya sepihak aja. Ada ga sih orang yang mau mencintai tanpa harapan juga di cintai??? Ada ga orang yang mencintai tapi ga ingin memiliki?? Kayanya sih ga ada, semua orang mencintai dengan harapan cintanya itu terbalas. Kita mencintai dengan harapan bisa bersama dengan orang yang kita cinta. Pastinya seperti itu, jadi perlu usaha ekstra untuk mendapatkan cinta dengan ending yang bahagia. Walau badai n rintangan menghadang kita harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta. Setidaknya selama ada usaha, penyesalan atas kegagalan cinta tidak terlalu menyakitkan.
Saat memiliki cinta, ingatlah semua usaha yang kita lakukan untuk mendapatkannya. Jangan pernah menyia-nyiakan cinta yang telah kita miliki. Pupuk dan peliharalah cinta itu. Mungkin ada saat dimana rasa cinta yang kita punya tak lagi menggebu-gebu layaknya pertama kali kita merasakannya. Mungkin ada saat dimana cinta itu mengalami masa-masa kritis (emangnya sakit, ) seperti kejenuhan terhadap pasangan kita. Mungkin ada saat dimana kita tidak menemukan jawaban mengapa dulu cinta itu begitu dalam menyelimuti hati. Mungkin ada saat dimana kita mengharapkan perasaan cinta yang sama seperti yang dulu kita rasakan. Semua kemungkinan itu dapat timbul seiring dengan waktu.
Waktu yang kita lalui dapat mengubah segalanya. Waktu adalah peringatan untuk menghargai saat-saat kehidupan kita. Waktu memberikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki segala kesalahan kita. Waktu bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik bahkan sebaliknya, bisa membuat kita jauh lebih buruk. Maka dari itu, tumbuhkan kesadaran dalam hati dan jiwa. Gunakan hidup yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Hargai apa yang kita miliki dan berusahalah meraih impian kita. Jangan biarkan penyesalan tumbuh pada akhirnya karena waktu tidak dapat di putar kembali. Tidak mungkin cinta yang telah lepas dari genggamanmu bisa kembali tanpa ada usaha untuk menghargainya saat kamu masih memilikinya. Berusaha mendapatkan cinta dan hargailah saat kamu telah memiliki cinta itu. Maka selamanya cinta itu akan bertahan dalam kehidupanmu. Walau berulang kali kita telah jatuh dan terpuruk karena cinta, cinta akan tetap menarik dan selalu kita inginkan. Cinta akan selalu mengisi kehidupan kita, selama kita masih bernafas maka selama itu pula cinta akan selalu hadir dan memberikan sejuta rasa. Kita boleh saja berulang kali jatuh karena kegagalan cinta, tapi yang pasti jangan pernah melakukan kesalahan yang sama hingga kamu kehilangan cinta itu.
Sekedar sharing, semoga dunia selalu penuhi cinta kasih. Maka damai akan mewarnai hidup kita.
Tambahan: jangan biarkan mata membatasi perasaan untuk tumbuh di hati kita. Gunakan telinga, akal dan hati untuk memilih pasangan. Mata membatasi kita untuk memahami pribadi seseorang. Saat kita melihat orang itu cantik/ ganteng maka perasaan tertarik dalam sekejap akan muncul. Tapi sadarkah kita, kecantikan ataupun ketampanan dapat terkikis oleh waktu. Gunakanlah telinga, karena disaat dimana kita berusaha menjadi pendengar, maka disaat itu kita sedang belajar memahami orang tersebut. Karena telinga kita bisa mengetahui banyak hal, baik itu sifat maupun kepribadiannya. Barulah akal dan hati memegang peranan selanjutnya. Gud luck n berjuanglah untuk cintamu. 

Kamis, 26 Agustus 2010

KEHILANGAN

Setaun yang telah berlalu…….
yang menjadi awal dari perubahan hidupku
Dari memiliki akupun kehilangan...
Dari sebuah cinta yang teramat dalam
Akupun melangkah kembali melalui kekosongan

Cinta????mungkin kah itu benar sebuah cinta???
Apa tahun-tahun yang kurasakan adalah kenyataan??
Karena setaun yang baru kulewati
Seolah adalah saat-saat dimana aku berusaha membangun diri
Dari keterpurukan akibat tidur yang teramat panjang

Sakit, sedih, tangis yang pernah hadir dihariku
Apakah itu benar karena sebuah cinta????
Aku tak yakin, aku benar tak mengerti sedikitpun
Tawa, senang dan bahagia yang juga pernah ada
Apakah selama itu nyata??ataukah hanya perasaanku saja?

Setaun pun berlalu………
Waktu terlewati menguatkanku
Menjadikanku tegar
Akupun menyadari
Setaun yang teramat berharga
Memberikan sejuta rasa dan memori

Ya setaun yang telah berlalu
Mengajarkanku untuk menjadi lebih bahagia
Dan mensyukuri apa yang kumiliki

MIMPI YANG TERTUNDA

Seorang gadis yang baru lulus kebingungan menentukan pilihan hidupnya. Banyak sekali keinginan yang muncul dibenaknya, dia pun mulai ragu. Keputusannya yang berubah-ubah hanya memberi kepuasan sementara. Dia tidak bisa mengerti walau seberapa besarpun usaha yang telah dilakukannya untuk menyelami hatinya. Si gadis selalu berkutat dalam kebingungan. Hal lain yang membuatnya tak bersemangat karena dia menyadari keputusan apapun yang dibuatnya hanya akan dilaluinya sendiri. Tidak ada yang peduli padanya. Lalu si gadispun menangis tersedu-sedu, dia meratapi setiap detik kehidupannya dimana tidak ada yang menuntun langkahnya. Tiba-tiba muncul kelip cahaya dihadapannya.
“Siapa kamu?” tanya si gadis dengan keterkejutannya.
“Akulah cermin perasaanmu dan aku yang akan menuntun langkah dalam hidupmu. Kamu tidak lagi sendiri, jadi jangan pernah bersedih dan meratapi kehidupanmu. Hidup sebenarnya indah kalau kamu memandangnya dari sisi yang berbeda.” Ternyata kerlap kerlip itu adalah sesosok peri kecil yang terbang mengitari si gadis.
“Lalu kamu berada dimana jika aku membutuhkanmu?”
“Aku berada jauh didasar hatimu.”
“Bagaimana bisa aku memanggilmu jika aku membutuhkanmu? Apa yang harus kulakukan jika aku kembali bersedih?”
“Panggillah aku, menyatulah dengan hatimu dan kamu akan menemukanku sayang. Kelak tidak ada kebimbangan lagi dalam hari-harimu. Asal kamu percaya bahwa aku ada, maka aku akan selalu menyertaimu.” Jawab sang Peri.
Si gadispun tertawa riang dan berkata pada sang peri, “Terimakasih peri. Aku pasti akan mencarimu didalam hatiku.”
Akhirnya sang peri pun menghilang dan si gadis mulai menjalani hari-hari seperti biasanya. Tanpa ada perubahan ataupun usaha untuk mengerti dirinya sendiri. Sampai suatu saat dia kembali terpuruk dalam kesedihan dan kebimbangan. Dia kembali menangis tersedu-sedu. “Peri dimanakah kau? Kau berjanji akan datang kepadaku jika aku membutuhkanmu. Sekarang aku sangat membutuhkanmu, tapi kenapa kau tak muncul dihadapanku?”
Tangisannya tak berhenti, begitu lama dan menyayat. Tapi kemudian diapun menyadari. Dia sendiri yang tidak pernah berusaha memahami hatinya. Bagaimana bisa dia menyatu dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia memahami apa yang harus dia lakukan. Bagaimana bisa dia lepas dari keraguan dan kebingungan di dirinya. Diapun berhenti meratap. Dia kemudian bertekad pada dirinya sendiri. Aku akan belajar memahami diriku sendiri, aku akan belajar mencintai diriku, aku akan belajar mengerti tentang Tuhan. Aku akan belajar untuk mencari kedamaian dalam hatiku.
Mimpinya memang sedikit tertunda, tapi bukan berarti mimpinya tidak dapat terlaksana. Manusia boleh terpuruk dalam kesedihan, tapi bukan berarti kita harus mengubur semua harapan kita dan tidak lagi berusaha.
Hiduplah dengan pengharapan, karena tanpa itu hidup pun takkan terasa hidup.

Rabu, 11 Agustus 2010

PENANTIAN


Hari-hari ku lalui….
Memberi rasa kerinduan yang mendalam….
Detik demi detik penuh pengharapan…
Harapan untuk menemukan kembali dirimu….
Kekasihku yang telah hilang….
Akankah kau kembali padaku????
Harapan berkumpul menjadi satu….
Dalam mimpi dan nyataku….
Hanya kau yang mengisi seluruh hatiku…..
Kasihku yang telah melupakanku….
Waktu yang berlalu tanpa dirimu….
Terasa hampa dan tak berarti….
Inginku teriak kepada dunia….
Ingin kuteriak pada dirimu…..
Untuk buat dirimu menyadari….
Betapa aku sangat mencintaimu…..
Betapa hidupku menanti cahaya dari mu…
            Sayangku…..
Rasa ini
Hilang tanpa dirimu…..
Kembalilah padaku……..